PTMT atau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas merupakan solusi alternatif yang ditempuh oleh Kemenristekdikbud dalam menanggapi aspirasi masyarakat dan orang tua siswa yang mengeluh terkait pembelajaran daring yang menurutnya membuat kualitas pendidikan anak menurun. Nadiem Makarim, selaku Menteri Pendidikan, sesuai arahan Presiden Jokowi memberikan respon cepat dan memberikan lampu hijau bagi pelaksanaan PTMT.

Salah satu syarat PTMT adalah vaksinasi bagi guru dan karyawan karena merekalah yang akan berhadapan dengan siswa secara langsung. Selain itu, guna mendorong agar PTMT berjalan dengan baik, vaksinasi juga dilakukan agar siswa yang hadir ke sekolah terjamin keselamatannya. Syarat lain untuk pelaksanaan PTMT yakni siswa mendapat izin dari orang tua untuk belajar di sekolah melalui surat pernyataan bermaterai.

MATSASURBA mulai melaksanakan PTMT sejak 6 September 2021. Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas, MATSASURBA menerapkan sistem  pembagian 50% tiap kelas. Pembagian ini berdasarkan nomor presensi atas dan bawah yang bergantian setiap hari untuk luring dan daring. Model pembelajaran blended learning menjadi opsi terbaik pada masa transisi sehingga bisa mengontrol siswa yang luring maupun daring dari rumah.

Pada bulan Oktober, seluruh siswa MTs Surya Buana terjadwal melakukan vaksin. Jenis vaksin yang digunakan adalah sinovac dan dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Unisma. Setelah vaksin dilaksanakan, pembagian pembelajaran tatap muka berubah. Pembagiannya menjadi nomor presensi ganjil dan genap setiap hari. Sementara itu, jam sekolah terbagi menjadi sesi pagi dan sesi siang. Sesi pagi dan siang tetap mendapat konsumsi dari sekolah kecuali hari Senin dan Kamis karena dilaksanakannya puasa sunah.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat pembelajaran tatap muka yaitu muraja'ah Al-Quran, salat duha delapan rakaat, menyimak Cerita Inspiratif Pagi (CIP) melalui youtube, tilawah ummi, dan kegiatan belajar mengajar. Sedikit demi sedikit sekolah mulai menerapkan kembali pembiasaan pagi yang biasa dilakukan saat pembelajaran sebelum pandemi.

Tilawah ummi adalah kelas belajar mengaji dengan menggunakan metode ummi. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas-kelas yang sudah ditentukan sesuai kelompoknya masing-masing. Tilawah ummi dibimbing oleh guru ummi dari luar MATSASURBA. Adapun urutan tingkatan mengajinya, yaitu jilid 1, jilid 2, jilid 3, Al-Quran A, Al-Quran B, tahfiz juz 30, dan yang terakhir tahfiz juz 29.

Kegiatan selanjutnya yakni pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. Dalam satu hari terdapat empat pelajaran. Tiap pelajaran berlangsung selama 35 menit. Sesi pagi pulang setelah salat zuhur. Sementara itu, pada sesi siang siswa pulang setelah salat asar. Di kelas pun siswa diatur tempat duduknya sehingga protokol kesehatan tetap terjaga.

Untuk kegiatan bakat minat, pada bulan September tetap dilakukan secara daring demi menjaga kesehatan siswa, sedangkan pada bulan Oktober, sekolah mulai mencoba menjadwalkan secara luring. Pun dengan kapasitas siswa masih dalam 50%.

MTs Surya Buana tetap mematuhi protokol kesehatan di saat pembelajaran tatap muka terbatas, di antaranya mewajibkan warga sekolah menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Fasilitas-fasilitas protokol kesehatan tersebut tersedia di dalam MATSASURBA, seperti thermogun untuk mengecek suhu siswa ketika memasuki gerbang sekolah, masker cadangan, dan wastafel yang dilengkapi dengan sabun pada tiap lantainya. (Her/Aisyah)