Bulan Muharram menjadi awal pergantiannya tahun baru islam. Bergantinya tahun pada kalender hijriah tentunya menjadi pijakan baru bagi umat islam untuk merefleksi dan mengevaluasi apa saja yang telah terlewati pada tahun sebelumnya. Selain itu, juga menyiapkan hal-hal yang akan dilakukan dan diperbaiki pada tahun mendatang. Itu supaya umat islam dapat lebih meningkatkan kualitas iman dan takwa.

MTs Surya Buana memperingati tahun baru hijriah dengan cara yang unik, yakni menyiarkan podcast untuk ditonton para siswa. Podcast adalah rekaman diskusi berbentuk audio yang membahas suatu topik tertentu. Namun, konten Matsasurba berbentuk audio dan visual karena diunggah di youtube dengan nama Podcast Bincang Pojok. Tema yang diangkat pada podcast kali ini, yakni resolusi dan refleksi tahun baru hijriah 1443. Narasumber pada podcast tersebut diisi oleh Ustaz Fatih pengampu mata pelajaran SKI dan Ustazah Iis pengajar bimbingan konseling dengan Ustaz Farih sebagai moderatornya (Rabu, 11 Agustus 2021).

Pembicara pertama, yakni Ustaz Fatih menyampaikan tentang sejarah munculnya tahun baru hijriah bahwa hijriah berasal dari kata hajaro yang artinya berpindah di mana ketika itu Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah di Makkah, namun tidak menemukan jalan sehingga akhirnya beliau berhijrah ke Thaif, Habsah, dan Madinah. Pada saat itu Nabi Muhammad SAW belum menetapkan tanggal sampai beliau wafat hingga pada saat masa Khalifah Umar bin Khattab ada seorang sahabat, yakni Abu Musa Al-Asy'ari bertanya pada Khalifah Umar bahwa banyak dokumen penting, tetapi tidak jelas penanggalannya. Kemudian Khalifah Umar melakukan rapat bersama memusyawarahkan hal tersebut sehingga tercetuslah kalender hijriah yang dimulai dari bulan Muharram dan Dititikberatkan pada proses hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Ustaz Fatih juga menyampaikan terkait muhasabah atau hal yg bisa kita lakukan di masa mendatang bahwa kita perlu bermuhasabah setahun lalu kita sudah melakukan apa saja, perbaikan yang sudah dilakukan, serta amalan apa yang kurang sesuai perlu ditingkatkan di tahun baru Hijriah.

Selanjutnya pembicara kedua, yakni Ustazah Iis yang membahas terkait pergantian tahun baru islam dari sisi psikologi. Bergantian dengan tahun baru Hijriah, umat muslim sebaiknya melakukan refleksi dan menyiapkan resolusi. Refleksi ialah mengevaluasi diri kita kemarin dan resolusi ialah persiapan kegiatan kita ke depan. Disampaikan pula mengenai pentingnya habluminallah hubungan kita dengan Allah SWT dan habluminannas, yakni hubungan kita dengan manusia agar muncul hal yang lebih baik ke depannya.

Pada masa pubertas anak-anak, pasti banyak sekali lingkungan yang dapat mengganggu bagaimana cara dia mencari identitas jati diri. Dalam memperingati tahun hijriah, anak-anak perlu menanamkan iman agar terhindar dari pergaulan yang kurang baik dan menggoyahkan dalam menemukan identitas dirinya. Oleh sebab itu, dengan selalu mengingat adanya Allah SWT, maka seseorang akan selalu berada dalam jalan kebaikan.

Setelah menyimak podcast yang diisi oleh Ustaz Fatih dan Ustazah Iis, para diberikan tugas untuk membuat video refleksi dan resolusi satu tahun ke depan. Harapannya para siswa dapat bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi baik dari segi akhlak maupun karakternya. (Fika)