Hari Raya Iduladha menjadi momen yang diperingati umat muslim setiap satu tahun sekali. Pada hari raya ini, umat muslim memperingatinya dengan menyembelih hewan kurban untuk dibagikan. Pada momen ini, para guru MTs Surya Buana melakukan penyembelihan hewan kurban di sekolah, sementara para siswa diberi tugas pada mata pelajaran bahasa Indonesia, agama, dan seni budaya selama tiga hari mulai tanggal 21 - 23 Juli 2021. Tugas-tugas tersebut dikumpulkan di microsoft teams pada saluran pertemuan Iduladha dan diambil nilai untuk masing-masing mata pelajaran. Karena peringatan Iduladha masih dalam kondisi pandemi, kegiatan mesti dilakukan secara daring.

Tugas bahasa Indonesia, yakni menceritakan kegiatan Iduladha di tempat masing-masing. Tugas tersebut dikumpulkan pada hari Rabu dengan kriteria tulisan boleh diketik maupun ditulis tangan. Hasil karya para siswa beragam dan menarik karena setiap siswa memiliki pengalaman Iduladha yang berbeda-beda. Salah satu karya yang menarik, yakni cerita tentang perayaan Iduladha yang berbeda dari tahun sebelumnya sebab adanya pandemi covid-19. Jika sebelumnya dapat mudik ke rumah nenek, berbagi daging kurban, serta membakar sate kambing bersama keluarga, namun Iduladha kali ini mesti salat Iduladha di masjid terdekat dan tidak bisa melakukan mudik.

Selanjutnya ialah lomba menyimak, menyimpulkan, dan mengambil hikmah sejarah kurban. Tugas tersebut dikumpulkan pada mata pelajaran quran hadis, fikih, akidah akhlak, dan SKI yang dikumpulkan pada hari Kamis. Siswa menyimak podcast yang diisi oleh Pak Mabrur, Pak Fatih, dan Pak Hasan. Isi podcast tentunya berkaitan dengan Iduladha. Ustaz Fatih menyampaikan tentang sejarah hari raya Iduladha ketika Nabi Ibrahim yang sangat taat kepada Allah SWT diberi cobaan untuk menyembelih Nabi Ismail, anaknya yang kemudian berubah menjadi seekor domba. Kemudian Ustaz Hasan menyampaikan tentang Iduladha dari segi fikih mulai dari jenis hewan kurban yang boleh disembelih, syarat hewan kurban, dan syarat penyembelih hewan kurban. Ustaz Mabrur menyampaikan tentang hikmah berkurban.

Kemudian pada hari Jumat terdapat lomba membuat poster dengan tema ajakan berbuat baik pada hari raya Iduladha saat pandemi covid-19. Poster dibuat pada kertas gambar. Pemenang lomba Iduladha diambil satu siswa untuk setiap kelas. Dengan adanya kegiatan lomba ini, siswa dapat mengisi kegiatan Iduladha dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat sehinga peringatan Iduladha dapat lebih bermakna. Harapan ke depannya para siswa dapat lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. (Fika)