Ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh siswa melalui pembelajaran di dalam kelas saja, tetapi juga dapat diperoleh melalui pembelajaran di luar kelas ketika siswa melaksanakan praktik langsung di lapangan. Selain itu, siswa juga dapat melakukan penyegaran sehingga tidak jenuh di dalam kelas. Kegiatan outing class merupakan perwujudan dari kegiatan pembelajaran di luar kelas di mana siswa dapat mengamati suatu objek secara langsung.

MTs Surya Buana melaksanakan program outing class ini satu kali setiap semester. Kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat mengetahui wawasan terkait hal-hal riil yang ada di sekitar lingkungan mereka. Kegiatan ini dapat terwujud berkat kerja sama dengan paguyuban orang tua siswa untuk menentukan tempat yang cocok dijadikan sebagai objek kegiatan.

Kelas 7A MTs Surya Buana melaksanakan kegiatan outing class ke Cimory Dairyland yang berlokasi di Prigen, Pasuruan, Rabu (5/10/2022). Para siswa berangkat pukul 07.30 WIB menggunakan bus dan memakan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di tempat tujuan. Saat sedang di tengah perjalanan, para siswa menikmati keindahan yang sangat memanjakan mata. Banyak burung berkicau, matahari terbit, dan pemandangan gunung yang sangat memukau.

Sesampainya di Cimory Dairyland siswa dapat melihat betapa besar dan megahnya tempat ini. Mereka  disambut ramah oleh pemandu wisata yang akan mengarahkan selama di sana. Sebelum melakukan aktivitas, siswa memperoleh susu cimory rasa stroberi dan diberikan panduan kegiatan yang akan dilakukan di sana. Sebelum menjelajahi Cimory Dairyland, menariknya para siswa boleh menggunakan topi caping yang disediakan di sana.

Kegiatan pertama, yakni mengamati sejarah-sejarah susu di Indonesia. Susu kemasan pertama kali diproduksi oleh New York Dairy Company pada tahun 1884. Kemudian susu mulai dikonsumsi di Indonesia pada masa pendudukan Hindia Belanda sekitar Abad ke-19. Para siswa diajari bagaimana sapi mengolah makanannya serta bagaimana cara menentukan susu yang baik dikonsumsi untuk tubuh. Susu yang baik dilihat dari nilai gizinya yang mengandung protein, lemak, kalsium, dan vitamin yang baik bagi masa pertumbuhan.

Selanjutnya para siswa memasuki sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat sebuah LCD Proyektor. Mereka menyaksikan video tentang cara pembuatan susu. Penerimaan susu segar akan diperiksa mutu dan kesegarannya sesuai dengan kriteria pabrik. Setelah dirasa bermutu, maka akan dilakukan proses pasteurisasi dengan suhu 80°C‒90°C. Pasteurisasi adalah sebuah metode sterilisasi susu yang berfungsi untuk membunuh bakteri yang dapat mengontaminasi susu dengan memanaskan susu pada suhu tertentu. Selanjutnya susu akan dihomogenisasi atau diratakan dengan cara diaduk kemudian dimasukkan ke dalam kemasan dan disimpan pada suhu rendah.

Rute selanjutnya, siswa menuju ke kandang sapi. Sembari berjalan, para siswa mengamati banyak hewan, di antaranya musang, ayam, burung beo, merpati, dan kelinci. Sesampainya di kandang sapi, siswa diberikan arahan mengenai cara memerah susu sapi yang benar. Dalam memerah susu sapi terdapat dua teknik, yaitu teknik striphand dan teknik fullhand. Setelah para siswa mencoba memerah susu sapi tersebut, mereka berjalan-jalan dan dan mengamati hewan lainnya di samping kanan kiri, seperti kambing, domba, iguana, buaya, kuda, landak, dan masih banyak lagi.

Selanjutnya para siswa diarahkan menuju suatu ruangan yang sisi-sisinya terbuat dari kaca sehingga mereka dapat menikmati betapa indahnya pemandangan dari atas. Selama di ruangan tersebut, mereka diajari cara membuat milkshake. Ada empat perwakilan kelas yang maju ke depan untuk mempraktikkan cara membuat milkshake tersebut. Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat milkshake yakni susu, bubuk cokelat, gula cair, es serut, es krim cokelat, blender, dan gelas. Proses pembuatannya yaitu siswa menyiapkan blender kemudian memasukkan 250 ml susu, 2 sendok teh bubuk cokelat, 2 sendok makan gula cair, es serut, dan es krim secukupnya ke dalam blender. Setelah itu blender ditutup agar bahan-bahan yang ada di dalamnya tidak meluber dan siswa menyalakan blender tersebut. Proses pemblenderan ditunggu selama 10 detik agar milkshake yang dihasilkan memiliki rasa yang enak. Setelah selesai, milkshake dimasukkan ke dalam gelas. Masing-masing siswa mendapatkan segelas milkshake untuk diminum. Rasanya yang segar membuat minuman ini cocok untuk dinikmati saat cuaca panas.

Sebelum pulang, siswa diberi kesempatan untuk membeli oleh-oleh yang terdapat di Cimory Dairyland. Banyak sekali produk Cimory yang dapat diburu. Salah satu produk andalan yang tidak boleh dilewatkan adalah pai dan bolu moomoorollnya karena produk tersebut tidak dijual di minimarket.

Selama kegiatan outing class ini banyak sekali ilmu baru yang didapatkan. Siswa menjadi tahu sejarah susu di Indonesia, cara menentukan susu yang baik untuk tubuh, cara memerah susu sapi, dan cara membuat milkshake. Itu semua ada di Cimory Dairyland ini. “Kita pasti akan merindukan petualangan seru di Cimory Dairyland ini dan ingin mengulanginya kembali,” pungkas Andro siswa kelas 7A. Harapan ke depannya kegiatan Outing Class ini tetap berjalan sampai seterusnya karena semakin menambah wawasan para siswa serta merasakan keseruan yang dapat dinikmati bersama. (Rafif Haziq Alfarizky/7A)

?>