Aku sering ditemui di antara juta manusia
di balik lidah mereka yang mendengungkan nestapa
Aku sering ditemui di antara juta manusia
di celah mulut mereka yang merapalkan duka
Kenapa tempatku hanya di antara luka cita? Sedang suka cita pun membutuhkan aku sebagai pagarnya?
Kenapa padmasanaku hanya terletak di atas duri? Sedang tempat seharusnya adalah puri?
Kenapa manusia sering mengurungku saat tubuh mereka terkubur separuh?
Kenapa manusia sering melalaikanku saat tubuh mereka terbang tanpa keluh?
Cukup lemah!
Cukup lara!
Cukup miskin!
Cukup rudin!
Cukup kecewa!
Cukup hampa!
Aku, si Cukup yang tak mereka izinkan bersanding dengan bahagia dan kaya
Aku, si Cukup yang menunggu manusia menemukan damai di dalamnya

(Khurin Wardani Fitroti)

?>