Di banyak malam mendatang,
akan ada mimpi yang harus kupotong demi tangisan yang harus kuredakan
akan ada lelah yang harus kusisihkan demi dahaga yang harus kulepaskan
akan ada kantuk yang harus kuhilangkan demi pakaian kecil yang harus kubersihkan

Di banyak kala mendatang,
akan ada argumentasi yang memberi celah antara telunjukku
yang dulunya bertaut erat dengan jemari kecilmu
akan ada mimpi yang membangun jarak antara bibirku
yang dulunya berdendang lirih di samping telinga mungilmu
akan ada masanya ketika lenganku yang dulunya mampu merengkuh seluruh tubuhmu, hanya bisa melingkar di sepanjang belikatmu

Tapi biar yang mendatang itu datang bertandang sebagai tamu
karena sebanyak apapun lipatan usia di kulitku
tidak sebanding dengan banyaknya harapan yang kurapal untukmu
Menualah
dengan menebar kebaikan di sepanjang desau napasmu

(Khurin Wardani Fitroti)

?>