Malang Kota - Pengembangan akademik Perguruan Surya Buana didasarkan pada 3R yaitu Research, Religion, and Reasoning. Untuk mendukung 3R tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Salah satu kegiatan pembelajaran di luar kelas yang dilaksanakan adalah Studi Empiris. Studi Empiris merupakan salah satu program kegiatan tahunan MTs Surya Buana yang dilaksanakan satu kali dalam satu tahun pelajaran. Rangkaian acara dalam studi empiris tahun ini meliputi kegiatan edukatif dan kegiatan rekreatif. 

Destinasi Studi empiris yang dilaksanakan MTs Surya Buana tahun 2017 adalah  kompleks wisata edukasi Jawa Timur Park 1 Kota Batu. Kegiatan edukatif siswa melalui pengamatan mengenai anatomi fisiologi tubuh manusia di Museun Tubuh (Bagong Adventure), sedangkan kegiatan rekreatifnya dilaksanakan di arena permainan Jatim Park 1  Kota Batu. Kegiatan studi empiris 2017 yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 14 Februari 2017 ini melibatkan 349 siswa dan 34 guru/karyawan sebagai pendamping. Seluruh peserta SE diakomodasi dalam 7 armada bus.

Pukul 06.45 WIB, seluruh peserta berdatangan dan berkumpul di halaman masjid UIN Maliki Malang. Seluruh armada bus yang mengakomodir peserta mulai berangkat pada pukul 07.15. Alhamdulillah, perjalanan Malang-Batu lancar sehingga rombongan SE MTs Surya Buana sampai ke kompleks wisata edukasi Jawa Timur Park 1 pada pukul 08.15. Kegiatan pertama adalah sholat dhuha berjamaah yang dilaksanakan di musholla sekitar halaman parkir Jatim Park 1. Setelah melaksankan sholat dhuha, peserta berkumpul di halaman depan Jatim Park 1 untuk mendengarkan arahan dari kepala MTs Surya Buana. Tepat pukul 08.30, pintu museum tubuh dibuka, siswa dikelompokkan menjadi 12 kelompok dan baris mengantri untuk memasuki museum tubuh. Kelompok siswa putra didahulukan dalam antrian tersebut.

Kelompok demi kelompok memasuki ruang museum tubuh. Ruang museum tubuh telah dipartisi menjadi beberapa zona. Zona-zona tersebut yaitu mulut, telinga, hidung, otak, mata, pembuluh darah, jantung, paru-paru, hati, usus, ginjal, gen, dan tulang. Di setiap zona tersebut terdapat satu orang pemandu yang menjelaskan secara mendetail terkait bagian-bagian, fungsi, cara kerja, hingga penyakit yang terdapat pada masing-masing organ beserta pencegahannya. Selain zona-zona tersebut, juga terdapat zona eksibisi, yaitu zona yang menyajikan simulasi terjadinya gejala-gejala dalam tubuh, misalkan sendawa, pilek, maupun mimisan. Peserta mendapat fasilitas tambahan yaitu periksa kesehatan. Siswa dapat periksa mata dan golongan darah. Selain mata dan golongan darah, periksa gula darah, asam urat, dan oesteoporosis dapat dipilih oleh guru/karyawan.

Setelah siswa cukup dalam belajar mengenai anatomi fisiologi tubuh manusia, peserta diberikan kesempatan untuk makan siang. Kegiatan dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah dan memasuki wahana edukasi & permainan di jatim park 1. Kegiatan rekreatif siswa di jatim park 1 hingga pukul 15.30. Setelah selesainya sholat Ashar berjamaah, peserta kembali menuju busnya masing-masing dan kembali menuju Kota Malang. Pukul 17.30, seluruh bus telah sampai kembali ke titik start, yaitu halaman masjid UIN Maliki Malang dan peserta bergegas pulang ke rumahnya masing-masing. “Meskipun dekat, SE tahun ini seru juga” ungkap siswa peserta SE. (Taufiq Hidayanto, S.Pd, M.Pd)